Rahasia Kekuatan Topeng di Game Masters of the Masks

Rahasia Kekuatan Topeng di Game Masters of the Masks – Di tengah kesibukan mereka dengan game Final Fantasy, Square Enix ternyata mampu menghadirkan game Masters of the Masks. Kehadiran dari game ini cukup mengejutkan karena game ini membawa beberapa hal baru diluar kebiasaan dari Square Enix.

Baca juga : Adu Balap di Game Racing Fever

Berikut ini beberapa hal menarik dari Masters of the Masks yang akan kamu temui dalam permainan.

Cerita

Game buatan Square Enix khususnya Final Fantasy telah dikenal memiliki jalan cerita yang sangat teliti. Masters of the Masks ternyata tidak memiliki hal tersebut meskipun berasal dari pembuat yang sama. Game ini memiliki kesederhanaan cerita yang mudah dimengerti, yaitu menyelamatkan dunia Ivren dari ancaman mahluk jahat misterius.

Tugas pemain cukup sederhana, yaitu mengumpulkan kepingan topeng terkuat dari para dewa. Topeng terkuat ini telah pecah menjadi topeng-topeng kecil yang tersebar di berbagai tempat. Setiap topeng memiliki kekuatan istimewa, dan dengan menggabungkannya maka pemain akan mendapat topeng yang lebih kuat. Sekilas cerita ini mirip dengan Inuyasha yang mengumpulkan pecahan bola empat arwah.

Grafis

Masters of the Masks memiliki grafis yang cukup unik karena menggunakan gambar 3D untuk permainan 2D. Gambar karakter game ini memiliki unsur anime jepang sekaligus unsur komik barat. Kualitas pergerakan animasinya sangat halus sehingga kesan 2D dapat segera terlupakan.

Kontrol

Kontrol di game mobile biasanya mengunakan vertual pad atau cukup dengan tap dan swipe. Masters of the Masks memiliki keunikan tersendiri yaitu gabungan antara tap dan drags. Kontrol ini sangat jelas dipakai saat dalam pertarungan, pemain harus men-tap karakternya kemudian men-drag ke arah sasaran. Cara ini memungkinkan pemain tetap fokus ke permainan dan kesalahan target bisa dikurangi.

Penggunaan skill juga menggunakan sistem tap dan drag. Saat skill siap dipakai, pemain bisa men-tap skill tersebut kemudian mengarahkan ke sasaran. Setiap karakter mempunyai skill yang berbeda tetapi menempati lokasi yang sama.

Persamaan

Masters of the Masks menggunakan desain dasar dari Final Fantasy, gamer yang sudah terbiasa dengan game Square Enix pasti akan mengenali hal ini. Sebagai game freemium, Masters of the Masks menawarkan fasilitas in-apps purchase yaitu layanan berbayar untuk membeli barang di dalam game. Game ini juga bisa terhubung dengan leaderboards secara online, tetapi tidak untuk bermain secara multiplayer.

Sistem Tunggu

Sama seperti Final Fantasy, Masters of the Masks menggunakan sistem tunggu dalam pertempuran. Setiap karakter mempunyai action meter yang otomatis, saat penuh karakter tersebut dapat melakukan action apa saja. Hal ini berlaku juga pada musuh. Sistem tunggu ini lebih dikenal dengan nama Active Time Battle (ATB)

Masters of the Masks merupakan game yang layak dicoba, selain gratis game ini menawarkan kualitas berkelas dari developer terkenal Square Enix. Meskipun tidak serumit seri Final Fantasy, setidaknya game ini bisa digunakan untuk mengisi waktu luang. Jika kamu sudah mencoba game ini, jangan lupa untuk berbagi pengalamanmu melalui kolom komentar yang tersedia.